38. AL KABIR (Dzat Yang Maha Besar) Kebesaran Allah Ta’ala disini berdasarakan ilmuNya yang meliputi segala yang ada dilangit dan dibumi. Dan dengan ilmuNya tersebut Allah Ta’ala selalu membimbing hamba-hambaNya agar selalu berada dijalan yang lurus sehingga bisa selamat didunia dan diakhirat. Oleh sebab itu Allah Ta’ala sangat patut untuk dipuji dengan kebesaranNya. Karena kasih sayang Allah Ta'ala kepada hamba-hambaNya, Dia selalu memberi petunjuk kedalam hati setiap hambaNya. Sehingga setiap perbuatan salah yang dilakukan hambaNya, maka didalam hatinya pasti diberi petunjuk oleh Allah Ta'ala. Sebagai contohnya kita sombong atau berbohong. Pasti didalam hati kita akan berkata : “Kenapa engkau berbohong? Kenapa engkau sombong? Itukan dosa! Nanti kamu akan menerima akibatnya”. Begitu juga dengan hal-hal yang lain, setiap saat Allah Ta'ala selalu memberikan petunjukNya. Kebanyakan orang mengatakan bahwa ini adalah hati nurani, dan hati nurani tidak pernah berbohong. Akan tetapi karena hawa nafsu yang selalu diperturutkan, maka petunjuk tersebut selalu kita ingkari. Oleh sebab itu sebetulnya kita sendirilah yang menghilangkan petunjuk-petunjuk dari Allah Ta'ala. Kita mentoleransi dosa-dosa dan kesalahan. Kita tidak merasa berdosa kepada Allah Ta'ala hanya karena takut kepada manusia. Apabila petunjuk-petunjuk dari Allah Ta'ala tersebut sering kita ingkari atau abaikan, maka lama kelamaan petunjuk-petunjuk tersebut akan menjadi redup (samar), sehingga suara petunjuk tidak terdengar sama sekali yang menyebabkan kita didalam melakukan dosa tidak ada yang memperingatkan didalam hati, sehingga kita akan tersesat dari jalan yang lurus. Akan tetapi kebanyakan manusia justru lebih memilih mengikuti hawa nafsu dan kehidupan dunia, sehingga petunjuk-petunjuk Allah Ta'ala didalam hati selalu dia abaikan. Oleh sebab itu pada saat nanti dipadang mahsyar kita tidak bisa mengelak sedikitpun. Karena Allah Ta'ala telah memberikan petunjukNya didalam hati. Didalam hati setiap manusia ada Malaikat, dan Malaikat inilah yang menyampaikan pesan-pesan atau petunjuk-petunjuk dari Allah Ta'ala. Oleh sebab itu apabila kita ingin selamat didunia dan diakhirat, hendaknya kita ikuti pesa-pesan dan petunjuk-petunjuk tersebut. Hal ini Allah lakukan karena Dia sangat ingin menyelamatkan hamba-hambaNya. Sehingga dengan berbagai upaya Allah lakukan agar hamba-hambaNya bisa selamat. Akan tetapi jarang sekali manusia yang bisa merasakan Al KabirNya Allah sehingga tidak mau memahami petunjuk-petunjukNya apalagi mengamalkannya. Padahal itu adalah untuk menyelamatkan aqidah kita sehingga bisa selamat didunia dan diakhirat. Petunjuk Allah akan datang kepada orang-orang yang berupaya dengan sungguh-sungguh untuk menyelamatkan akidahnya. Ada yang sifatnya langsung kedalam hati (disampaikan oleh malaikat) dan ada yang sifatnya dengan berupaya (memahami kitabNya dan sunnah RasulNya). Akan tetapi bagi orang-orang yang tidak berupaya dengan sungguh-sungguh untuk menyelamatkan akidahnya tidak akan pernah mendapatkan petunjuk. Bagaimana mungkin kita bisa faham dengan ilmu-ilmu Allah (Asma’ul Husna, Al Qur’an dan Al Hadits) jika kita tidak mau mempelajarinya? Semakin besar niat dan kesungguhan kita dalam mempelajari ilmu-ilmu Allah maka semakin besar hasil yang kita peroleh. Begitupun sebaliknya semakin kecil niat dan kesungguhan kita maka semakin kecil pula hasil yang kita dapatkan. Oleh sebab itu apabila kita tidak mendapat petunjuk jangan sekali-kali menyalahkan Allah. Hendaknya kita tanyakan pada diri sendiri. Sudah sejauh mana kesungguhan kita untuk menggapai petunjuk-petunjuk Allah?. Makanya Allah berfirman dalam Hadits Qudsi : “Man Jadda Wajada” (barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan). Jangan sampai kita hanya mengandalkan majlis ta’lim, tetapi kita harus berupaya memahami diluar majlis agar keimanan kita sampai tingkat haqqul yakin. Tidak sebatas ilmul yakin saja. Oleh sebab itu hendaknya kita berupaya dengan sungguh-sungguh. Jangan sampai banyak waktu yang kita buang sia-sia. Sehingga kita tidak bisa menggapai petunjuk Allah. Karena Allah sudah begitu banyak memberikan ilmuNya kepada kita. Kalau kita hidup tidak menambah amal ibadah atau amal sholeh atau ilmu, maka kita hidup seperti sampah yang tidak ada guna sedikitpun. Sehingga nanti diakhirat juga akan menjadi sampah, karena tidak membuat dirinya berharga dimata Allah. Makanya Rasulullah selalau berdoa agar dihindarkan dari sifat malas dan berhutang (untuk kebutuhan nafsu). Hal ini menandakan bahwa beliau sangat takut sifat malas masuk kedalam jiwanya. Oleh sebab itu hendaknya kita lihat diri kita masing-masing. Apakah hari-hariku bertambah dengan amal-amal ibadah, atau amal-amal sholeh, atau ilmu? Kalau tidak berarti kita diibaratkan seperti buih yang bercampur air yang akan sirna tanpa ada guna. Surat Ar Ra'd (13) : 17 17. Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; Adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan. Kita selalu menginginkan diberi petunjuk oleh Allah, ingin masuk syurga serta dijauhkan dari siksa neraka. Akan tetapi upaya dan kesungguhan kita mana? buktikan kesungguhan kita untuk menggapai petunjuk-petunjuk Allah dan syurgaNya. Apa yang sudah kita lakukan dalam hidup ini? Beramal sholeh tidak, beramal ibadah tidak, bahkan mencari ilmu pun juga tidak. Ilmu memang tidak ada guna sebelum kita amalkan, tetapi tanpa adanya ilmu tidak mungkin bisa beramal. Surat Al Israa' (17) 19 19. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik. Jadi yang dinilai oleh Allah adalah kesungguhan seseorang dalam mencari akhirat. Sedangkan masalah kemampuan tidak dinilai, karena Dialah yang memberikan kemampuan. Kalau kita perhatikan batu yang keras apabila ditetesi air terus menerus maka lama-kelamaan akan menjadi belah. Inilah sebetulnya pelajaran kesungguhan yang harus dilakukan dengan istiqomah. A. Sisi Tafakkurnya Seberapa banyak kita minta dibesarkan, dipuji, dan disanjung oleh manusia? Padahal ilmu yang kita miliki hanyalah sedikit dan itupun hanya titipan dari Allah Ta'ala. B. Contoh Do’a Dari Sisi Keimanan Ya Allah, bimbinglah kami kejalan yang lurus jalan yang Engkau ridhoi, dan berikanlah kami petunjuk agar kami tidak tersesat dari jalan-Mu yang lurus. C. Sikap Orang Beriman Orang-orang yang beriman sangat yakin bahwa bisikan didalam hatinya untuk sebuah kebenaran adalah datangnya dari Allah Ta'ala. Sehingga kebenaran itu akan dia lakukan dengan perbuatan. D. Sikap Orang Bertaqwa Orang-orang yang bertaqwa didalam melakukan segala sesuatu dia selalu memohon bimbingan kepada Allah Ta'ala. Karena dia takut jika tidak dalam bimbingan Allah Ta'ala akan tersesat, sehingga tidak akan selamat baik didunia maupun diakhirat. Dengan kata lain dia tidak berani memutuskan segala sesuatu sebelum mendapatkan petunjuk dari Allah Ta'ala. Apabila waktunya panjang, kita bisa sholat istikharah terlebih dahulu sebelum memutuskan sesuatu. Akan tetapi apabila waktunya pendek, cukup berdo’a seperti ini : “Ya Allah ya Tuhan kami, apabila ini (perbuatan yang akan kita lakukan) adalah benar disisi Engkau, tolong Engkau perkuat hatiku. Akan tetapi apabila tidak benar disisi Engkau, tolong Engkau lemahkan hatiku”. Akan tetapi yang kita mohonkan adalah sebuah ketaqwaan bukan sebuah kefasikan. Jika untuk kefasikan, maka Allah Ta'ala tidak akan memberi petunjuk. Karena Allah Ta'ala tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik (memperturutkan hawa nafsu), sehingga yang memberi petunjuk adalah syetan. Sebagai contohnya dipasar melihat baju yang bagus, kemudian meminta petunjuk kepada Allah Ta'ala apakah baju itu dibeli atau tidak. Padahal dirumah sudah mempunyai baju yang banyak dan membeli baju itu hanya untuk bermegah-megahan. Sebetulnya petunjuk-petunjuk Allah Ta'ala semuanya ada didalam Al Qur’an dan Al Hadits. Karena Al Qur’an diturunkan oleh Allah Ta'ala berdasarkan ilmuNya. Oleh sebab itu apabila kita mau mengikuti Al Qur’an dan Al Hadits, pasti akan selamat didunia dan diakhirat. Apabila didalam Al Qur’an dan Al Hadits hukumnya belum jelas, barulah kita memohon bimbingan (petunjuk) kepada Allah Ta'ala seperti contoh do’a diatas. Akan tetapi apabila hukumnya sudah jelas, maka tidak perlu lagi memohon petunjuk. Sebagai contohnya Allah Ta'ala mewajibkan sholat lima kali dalam sehari. Maka tidak perlu lagi meminta petunjuk “ya Allah aku sholat atau tidak”. Apabila kita ingin masuk syurga, maka kita harus mengikuti aturan-aturan yang mempunyai syurga. Yang mempunyai syurga adalah Allah Ta'ala dan syarat masuk syurga harus patuh dengan aturan-aturanNya. Dan semua aturan-aturanNya ada didalam Al Qur’an dan Al Hadits. Oleh sebab itu tidaklah mungkin kita bisa masuk syurga apabila tidak mau mengikuti aturan-aturan Allah Ta'ala, tetapi justru mengikuti keinginan hawa nafsu. E. Contoh Do’a Dari Sisi Ketaqwaan Dan tolonglah kami ya Allah, agar kami dapat melaksanakan petunjuk yang telah Engkau berikan kepada kami. F. Sikap Orang Bertawakkal Orang-orang yang bertawakkal apabila Allah Ta'ala telah memberikan petunjuk kepadanya, maka petunjuk tersebut akan dia lakukan. Sedangkan masalah hasilnya dia serahkan sepenuhnya kepada Allah Ta'ala. Didalam hidup ini kita seringkali mengabaikan petunjuk-petunjuk dari Allah Ta'ala. Padahal sekecil apapun perbuatan dosa bisa menjerumuskan kita kedalam neraka. Oleh sebab itu apabila kita berdosa atau bersalah, hendaknya kita takut kepada Allah Ta'ala, sehingga petunjuk-petunjukNya akan kita ikuti. Karena Allah Ta'ala adalah Dzat Yang Maha Mengetahui, sedikitpun tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya. G. Sikap Orang Mukhlis Setelah dia memutuskan segala sesuatu sesuai dengan petunjuk Allah Ta'ala, maka apapun hasilnya akan dia terima dengan ikhlas. Karena apapun yang diberikan Allah Ta'ala adalah pasti yang terbaik untuk kehidupan akhirat, walaupun untuk kehidupan dunia kelihatannya tidak baik. H. Sikap orang-orang yang telah meneladani Asma’ Al Kabir Apabila sudah menjadi kholifah, maka ia selalu berupaya untuk menyelamatkan manusia dengan firman-firman Allah dan sunnah-sunnah Rasululullah SAW. I. Contoh do’a bagi yang ingin meneladani Asma’ Al Kabir Ya Allah, jadikanlah kami perantara-perantaraMu untuk memberikan petunjuk kepada manusia dengan firman-Mu dan sunnah RasulMu, agar mereka selamat baik didunia maupun diakhirat. Sehingga manusia dapat mengetahui bahwasannya mereka hanya dapat selamat dengan mengikuti petunjuk-Mu dan sunnah Rasul-Mu.